Oleh adminweb / September 10, 2026

Bekasi, baitulmaalfatimah.id- Nabi pada mulanya berada di Mekkah, kemudian diperintahkan hijrah dengan turunnya ayat ini
( Q.S. A 1-Israa• 80) وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
“Dan kalakanlah. Ya Tuhanku masukanlah aku ke dalam ‘tempat yang benar dan keluarkanlah aku ke dalam ‘tempat keluar yang benar ‘ ‘ , yaitu Madinah dan Mekkah. Tidak diragukan lagi bahwa hijrah mungkin tidak akan terlaksana kalaulah bukan karena bai’at antara Nabi dan penduduk Madinah.
Maka Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk melakukan hijrah ke Madinah dengan saudara-saudara mereka dari Anshar, beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah relah memberi kalian saudara-saudara dan negeri yang aman”. Lalu mereka keluar dari Mekkah secara bergantian, sedangkan Rasulullah masih tetap di Mekkah menunggu restu dari Allah untuk keluar dari Mekkah.
Tatkala Quraisy melihat kaum muslimin berhijrah susul-menyusul, sadarlah mereka bahwa sahabat Nabi telah mendapatkan tempat perlindungan yang aman bagi mereka. Maka mereka selalu mewaspadai keluarnya Rasulullah lalu mereka berkumpul di “Daar An-Nadwah” untuk memusyawarahkan perihall Rasulullah.

Sebagian mereka mengusulkan: “Kita usir dia dari negeri kita,” yang lain berkata: “Kita penjarakan dia! Tidak diberi makan sampai mati,” Abu Jahal (yang terkutuk) bet-kata: “Demi Allah! Aku mengusulkan
sesuatu, kukira tak ada pendapat sekuat ini,” mereka berkata: “Apa itu?. la berkata: “Kita ambil dari setiap kabilah IRtnuda tanggungyang gagah, kemudian setiap mereka dipersenjatai pedang tajam, kemudian mereka serentak mengayunkan pedang ke tubuh Muhammad, jika dia mati maka darahnya ditumpahkan Oleh setiap kabilah, kukira Bani Hasyim tak berani menuntutnya dengan memerangi seluruh kabilah quraisy dan mereka cukup menerima ganti rugi berupa diyat, setelah itu kita tak perlu direpotkan lagi Olehnya, dan gangguannya pun berakhir.”La lu Jibril mendatangi Nabi memerintahkan agar
tidak tidur di ranjangnya malam ini, dan dia memberitahukan dengan konspirasi Quraisy. Di malam itu Nabi tidak tidur di rumahnya, dan Allah mengizinkan beliau untuk berhijrah. Maka Rasulullah
memanggil Ali bin Abi Thalib e, lalu memerintahkannya untuk tidur di ranjang beliau dan menutup tubuhnya dengan selimut benvarna hijau, dan Ali pun melakukannya.

Rasulullah berangkat bersama sahabatnya dengan tujuan gua Tsaur (bukit yang terletak di bawah Mekkah) lalu keduanya memasukinya. Abu Bakar memerintahkan anaknya Abdullah di Siang hari untuk mencari berita tentang apa yang dilakukan Quraisy dengan keberangkatan Rasulullah.