NIKMAT SEHAT SAATNYA BERAMAL DAN BERSEDEKAH SEBAGAI JEMBATAN MENUJU SURGA

1 ). Wahai kalian yang bergelimang kenikmatan. berhati-hatilah !
{ ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ } Pertanyaan ini umum untuk kafir dan orang beriman, tetapi pertanyaan ini sebagai kabar gembira bagi orang-orang beriman yakni dilimpahkannya kepada mereka kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat, sedangkan bagi orang-orang kafir pertanyaan ini sebagai teguran bagi mereka yang membalas kenikamatan dunia dengan kekafiran dan kemaksiatan.

2 ). Tatkala orang-orang kafir menyibukkan diri untuk memperbanyak harta dan segala bentuk kenikmatan dan kemegahan dunia, dan meninggalkan keataan dan kesyukuran mereka kepada Allah, mereka akan ditanya dan dimintai pertangguung jawaban atas semua kenikmatan itu pada hari kiamat nanti, agar jelas bagi mereka yang selama ini menjadi sangkaan sebagai sebab untuk meraih kebahagiaan padahal semua itu adalah sebab terbesar yang akan merubah hidup mereka menjadi kesengsaraan tiada henti.

Nikmat Sehat dan Waktu Senggang

عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Abdullah bin ‘Abas Radhiyallahu ‘Anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412)

Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

1- Ibnu Baththal mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.

2- Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah.

3- Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”

4- Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki kesempatan, waktu luang , namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia nikmat sempat dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

5- Ibnul Jauzi juga mengatakan nasehat yang sudah semestinya menjadi renungan kita, “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti.

6- Barangsiapa yang memanfaatkan nikmat sempat dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Dunia kesenangan yang menipu

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
[Surat Aal-E-Imran : 185]

2- Menggunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
[Surat Al-Sharh : 7]

3- peringatan akan penyesalan orang-orang yang tidak mau menggunakan waktu luang dan sehat

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ

(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

4- Pertanggungan jawab terhadap nikmat yang diberikan

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At-Takatsur:8) Sumber : Oleh Ustadz Muslih Rosyid)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top