MENELADANI PEJUANG SUMBER BAHAN BAKAR SEMANGAT UMAT

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ
ٱلصَّٰدِقُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar

Sifat dan watak para pejuang kesatu adalah:

  1. Memiliki Ilmu yang tuntas. Ilmu mereka menjadi hudan/hidayah, sehingga menunjuki mereka ke jalan kebenaran, menggerakkan mereka kepada amal. Karena ilmu itu pula, mereka menjadikan Alquran dan sunnah nabi-Nya sebagai adzikr, pengingat, penjaga mereka tatkala ada kesalahan dalam kerja dan aktivitas, dan mereka segera sadar dan bertaubat, beristighfar, mohon ampun pada Allah SWT. Dan mereka tergolong orang-orang yang bersemangat dalam menuntut ilmu. Setiap ada satu hal yang tidak mereka ketahuia, maka tak sungkan mereka akan bertanya pada ahlinya. Sebagaimana Firman Allah:

…maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (Al-Anbiyaa:7)

Ilmu yang tidak menjadi hudan/hidayah, maka akan membuat para pemiliknya:

  1. Al-Kibru (sombong)
  2. Al-Hasad (hasad)
  3. Al-Hirsh (Tamak)

Benarlah jika dikatakan semua dosa, kekufuran, maksiat dan kemungkaran itu pangkalnya pada tiga hal di atas.

Dan 3 poin di atas adalah sifat iblis laknatullah ‘alaihim. Iblis berilmu, namun ilmunya membuat iblis sombong, hasad dan tamak. Tidak menggerakkannya kepada amal, malah menantang Allah dengan mengatakan:

Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.(Alhijr:33)

Sifat dan watak kedua para pejuang adalah:

  1. Visioner. Alquran adalah wahyu Allah SWT yang memiliki karakter masa kini dan masa depan. Nabi saw mendidik para shahabat untuk menjadi manusia visioner yang ditunjang dengan kerja tuntas di masa sekarang. Sebagaimana Firman Allah:

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Al-Insyirah:7-8)

Nasihat Nabi saw kepada para shahabat tak pernah lepas dari kata-kata, sabar, syukur, ridho, Allah tidak akan menyalahi janjinya.

Inilah manusia-manusia yang ilmunya telah menjadi hudan/hidayah bagi mereka, sekaligus menjadi adzikr/pengingat, self reminder apabila mereka salah dalam tindakan. Dan masih banyak lagi hal-hal baik, yang dipandang remeh, namun sesungguhnya itu adalah ciri dan watak para pejuang, yaitu memiliki ilmu yang tuntas dan visioner, melihat jauh ke depan.

Dan sifat serta watak para pejuang yang ketiga adalah:

  1. Bersungguh-sungguh dalam Tindakan (Al-jihad).
    Memang hari ini tidak ada perang fisik di negara kita, yang ada adalah perang pemikiran, mengambil pengaruh, politik dan ekonomi. Para pejuang rela berjuang di bidang mereka dengan segenap kemampuan, dengan harta mereka, juga dengan jiwa raga, mereka korbankan fii sabilillah, demi tercapainya tujuan, mengembalikan manusia kepada penghambaan kepada Allah SWT lewat ekonomi dan politik dan bidang-bidang lain yang mereka kuasai.

Apabila, kita hari ini dapat mempraktekkan dan mengaplikasi tiga sifat dan watak pejuang dalam kehidupan hari ini, maka Allah SWT akan mensifati kita sebagai golongan Ash-shadiqun, yaitu orang-orang yang benar perkataan dan perbuatannya, Walk the talk, talk the walk.

أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ
Mereka itulah orang-orang yang benar. (Alhujurat:15) Sumber : Alwahdah Keluarga Indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top