- الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ((yaitu) orang-orang yang beriman)
Mereka adalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan yang bertaubat kepada-Nya.
وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ ۗ( dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah)
Yakni yang menjadi tenang dan tentram dengan berzikir kepada Allah dengan lisan mereka, seperti membaca al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, atau dengan mendengarkan zikir tersebut dari orang lain.
أَلَا بِذِكْرِ اللهِ(Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah)
Tanpa menyebut selain-Nya.
تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ(hati menjadi tenteram)
Meskipun mentafakkuri makhluk-makhluk Allah, ciptaan-ciptaan, dan mukjizat-mukjizat-Nya secara umum menjadikan hati menjadi tentram, namun hasilnya tidak seperti ketentraman dengan berzikir kepada Allah.Referensi: https://tafsirweb.com/3988-surat-ar-rad-ayat-28.html

Mengutamakan Ibadah Sebagai Kunci Ketenangan dan Kecukupan Hidup
قال رسول الله صل الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل:
«يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ».
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, menyampaikan firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan (kelapangan hati) dan Aku akan menutup kefakiranmu.
Tetapi jika kamu tidak melakukannya, niscaya Aku akan memenuhi tanganmu dengan kesibukan (urusan dunia) dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu.”
(Hr Ahmad, Hr Tirmidzi, Hadist Hasan sahih)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Prioritaskan ibadah di atas urusan dunia.
Allah memerintahkan agar kita menyisihkan waktu khusus untuk beribadah dan mendekat kepada-Nya. Dunia hanyalah sarana, sedangkan ibadah adalah tujuan hidup manusia.
2- Ibadah mendatangkan kecukupan dan ketenangan hati.
Orang yang dekat dengan Allah akan merasakan kekayaan hati, meskipun mungkin sederhana secara materi.
3- Menjauh dari ibadah menyebabkan hati gelisah dan hidup sibuk tanpa berkah.
Banyak orang yang sibuk mengejar dunia, namun tetap merasa lelah, sempit, dan tidak tenang
- Rezeki dan ketenangan sejati berasal dari Allah.
Hadits ini menunjukkan bahwa usaha duniawi saja tidak cukup, jika tidak disertai ketaatan dan tawakal kepada Allah. Ketenangan, keberkahan, dan kecukupan sejati hanya diberikan kepada hamba yang dekat dengan Allah.
5- Tanda keberkahan waktu.
Orang yang meluangkan waktu untuk beribadah justru mendapat keberkahan dalam waktunya.
Sedikit waktu terasa cukup, pekerjaan lancar, dan hidup menjadi teratur.
6- Kesibukan dunia bisa menjadi ujian. Tidak semua kesibukan itu baik. Ada kesibukan yang menjauhkan dari Allah, membuat hati kosong dari dzikir dan ibadah.
Maka seorang mukmin hendaknya mengatur waktunya, agar tidak tertelan oleh hiruk-pikuk dunia.
7- Hadits ini menanamkan konsep keseimbangan hidup.
Islam tidak melarang mencari dunia, tapi mengajarkan prioritas: dahulukan ibadah, niscaya Allah akan mencukupkan urusan dunia.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur’an :

1- Tugas kewajiban hidup adalah ibadah, bukan sekadar mencari dunia.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi-Ku makan.”QS. Adz-Dzariyat [51]: 56–57
2- Orang yang tidak beribadah akan disibukkan dengan dunia dan tetap merasa kekurangan.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.”QS. Ṭāhā [20]: 124
3- Bahwa meluangkan waktu untuk ibadah bukanlah beban, tapi bentuk keseimbangan hidup yang Allah tetapkan.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”QS. Al-Baqarah [2]: 286
4- Islam mengajarkan prioritas antara ibadah dan usaha dunia.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.
Setelah salat, bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah.”QS. Al-Jumu‘ah [62]: 9–10
5- Allah akan memenuhi hati dengan ketenangan dan rasa cukup.
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”QS. Ar-Ra‘d [13]: 28